Part Time Job
20 hari terakhir ini saya udah melakukan hal yg akhirnya berguna dan menghasilkan. Saya kerja part-time di konter hp, disalah satu mal yang ada di kota saya, Pekanbaru. Alasannya sih, buat ngisi waktu luang aja karena saya udah gak kuliah lagi dan gak ada kegiatan apa-apa selain latihan fisik buat tes masuk akpol.
Jadi, si empunya konter hp ini langganan saya, ibu saya, dan adik saya sewaktu dia masih kerja sebagai pegawai disalah satu konter disana masih di mall yang sama. Sekarang dia udah buka toko sendiri, dan itu adalah sebuah kemajuan! Movement! Inilah yang patut dicontoh.
Dan sekarang dia udah punya konter. Setelah ibu saya mengetahui bahwa dia sendiri mengurusi konter tersebut, jadi ibu saya langsung aja to the point,
"Anak saya kerja disini ya mel. Lagian dia udh gk kegiatan, buat ngisi waktu lumayanlah sekalian bantu-bantu kamu". Ya namanya empunya konter, Melati-bukan nama samaran-. Langsung aja saya, kaget
"Glek" menelan ludah, maklum sejak tamat dari sekolah terakhir, SMA, saya gak pernah magang, apalagi kerja. Sejak tamat sekolah, saya langsung kuliah yang kandas di tengah jalan.
Awalnya saya ragu-ragu akan menjawab apa.
"Ng..ng..mm..i-iya buk".
Hari itu hari senin. Langsung saja besoknya, Selasa, saya masuk kerja, modal rasa ingin tahu, penasaran seperti apa sih rasanya, gak punya pengalaman kerja sedikit pun, saya melangkah masuk sebagai karyawan di konter tersebut. Untungnya si empunya konter ini, sudah sangat kenal cukup baik, seperti keluarga sendiri, dia sangat ramah, sangat ramah.
Hari pertama kerja, tak ada satupun pelanggan yang datang, ya maklum hari Selasa, hari kerja, kemungkinan kecil yang akan pergi belanja pada hari itu. Dan katanya, dengan logat khas kota Pekanbaru,
"Sepi kan tito, iya hari Selasa memang gini, santai aja.."
Hari-hari berikutnya pun sama sampai empat hari kedepan.
Hari kelima, hari Sabtu, weekend, saya datang agak telat, karena masih ragu-ragu ingin lanjut atau tidak. Yah namanya juga pemula. Dan ternyata ketika saya sampai ke toko, sudah ramai pelanggan disana, yang tidak satupun saya kenal. Entah apa yang mereka bicarakan, ada yang memang ingin belanja, ada yang sekedar mampir menyapa.
Yah hari itu alhamdulillah ramai pelanggan. Jam sembilan malam kami pulang.
Esok harinya pun, hari minggu, alhamdulillah ramai sama seperti hari sebelumnya. Dan saya masih sama seperti sebelumnya, kaku, tapi kali ini sudah sedikit lebih santai, seperti engsel tua yang sudah mulai dirawat dan diberi pelumas.
Begitu seterusnya, hampir setiap weekend toko kami ramai pembeli. Dan apa kerja saya disana? Ya tugas saya disana hanya melakukan yang ringan saja, seperti mengambil barang, mengembalikannya, menjaga toko, ya seperti itu. Dan hal yang belum bisa dengan perfect saya lakukan adalah menawari barang kepada pelanggan yang datang.
Saya bukanlah orang yang pandai bicara, jadi saya lebih suka 'bermain' dibelakang layar yang tidak membutuhkan keahlian berbicara terlalu banyak. Dan ketika berhadapan dengan hal yang satu ini saya masih tetap seperti engsel berkarat. Gak bisa apa-apa!
20 hari berlalu, akhirnya selesai kerja-kerjaan saya hahaha. Disebabkan akan menemani ibunda yang akan wisuda di kota Medan, dan ternyata saya dibayar gaji sebesar sekian ribu rupiah.
Alhamdulillah... hihi lumayaaan..
Ya itu doang sih, thank you ye udah mau nyempetin baca curhatan iseng gini hehe
Jadi, si empunya konter hp ini langganan saya, ibu saya, dan adik saya sewaktu dia masih kerja sebagai pegawai disalah satu konter disana masih di mall yang sama. Sekarang dia udah buka toko sendiri, dan itu adalah sebuah kemajuan! Movement! Inilah yang patut dicontoh.
Dan sekarang dia udah punya konter. Setelah ibu saya mengetahui bahwa dia sendiri mengurusi konter tersebut, jadi ibu saya langsung aja to the point,
"Anak saya kerja disini ya mel. Lagian dia udh gk kegiatan, buat ngisi waktu lumayanlah sekalian bantu-bantu kamu". Ya namanya empunya konter, Melati-bukan nama samaran-. Langsung aja saya, kaget
"Glek" menelan ludah, maklum sejak tamat dari sekolah terakhir, SMA, saya gak pernah magang, apalagi kerja. Sejak tamat sekolah, saya langsung kuliah yang kandas di tengah jalan.
Awalnya saya ragu-ragu akan menjawab apa.
"Ng..ng..mm..i-iya buk".
Hari itu hari senin. Langsung saja besoknya, Selasa, saya masuk kerja, modal rasa ingin tahu, penasaran seperti apa sih rasanya, gak punya pengalaman kerja sedikit pun, saya melangkah masuk sebagai karyawan di konter tersebut. Untungnya si empunya konter ini, sudah sangat kenal cukup baik, seperti keluarga sendiri, dia sangat ramah, sangat ramah.
Hari pertama kerja, tak ada satupun pelanggan yang datang, ya maklum hari Selasa, hari kerja, kemungkinan kecil yang akan pergi belanja pada hari itu. Dan katanya, dengan logat khas kota Pekanbaru,
"Sepi kan tito, iya hari Selasa memang gini, santai aja.."
Hari-hari berikutnya pun sama sampai empat hari kedepan.
Hari kelima, hari Sabtu, weekend, saya datang agak telat, karena masih ragu-ragu ingin lanjut atau tidak. Yah namanya juga pemula. Dan ternyata ketika saya sampai ke toko, sudah ramai pelanggan disana, yang tidak satupun saya kenal. Entah apa yang mereka bicarakan, ada yang memang ingin belanja, ada yang sekedar mampir menyapa.
Yah hari itu alhamdulillah ramai pelanggan. Jam sembilan malam kami pulang.
Esok harinya pun, hari minggu, alhamdulillah ramai sama seperti hari sebelumnya. Dan saya masih sama seperti sebelumnya, kaku, tapi kali ini sudah sedikit lebih santai, seperti engsel tua yang sudah mulai dirawat dan diberi pelumas.
Begitu seterusnya, hampir setiap weekend toko kami ramai pembeli. Dan apa kerja saya disana? Ya tugas saya disana hanya melakukan yang ringan saja, seperti mengambil barang, mengembalikannya, menjaga toko, ya seperti itu. Dan hal yang belum bisa dengan perfect saya lakukan adalah menawari barang kepada pelanggan yang datang.
Saya bukanlah orang yang pandai bicara, jadi saya lebih suka 'bermain' dibelakang layar yang tidak membutuhkan keahlian berbicara terlalu banyak. Dan ketika berhadapan dengan hal yang satu ini saya masih tetap seperti engsel berkarat. Gak bisa apa-apa!
20 hari berlalu, akhirnya selesai kerja-kerjaan saya hahaha. Disebabkan akan menemani ibunda yang akan wisuda di kota Medan, dan ternyata saya dibayar gaji sebesar sekian ribu rupiah.
Alhamdulillah... hihi lumayaaan..
Ya itu doang sih, thank you ye udah mau nyempetin baca curhatan iseng gini hehe
Komentar
Posting Komentar